berkebun-jadi-pilihan-aktivitas-saat-bulan-puasa

Bulan Ramadhan sangat erat kaitannya dengan ngabuburit atau jalan-jalan pada sore hari sambil menunggu waktu buka puasa tiba. Namun, bulan puasa tahun ini tentunya terasa sangat berbeda karena ada wabah pandemi corona atau Covid-19.

Hal ini tentunya tak bisa lagi ngabuburit ke luar rumah karena pemerintah mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap berada di rumah saja guna memutus rantai penyebaran virus corona.

Jangan kecewa, meski puasa ramadhan tahun ini tidak bisa ngabuburit jalan-jalan sore sambil cari takjil di luar rumah, masih banyak kegiatan sore yang bisa kamu lakukan bersama keluarga. Dengan begitu ngabuburit di rumah saja tak hanya semakin seru, tapi juga mendapatkan keberkahan.

Jika di rumah kalian memiliki halaman kosong, ubah menjadi kebun menjadi ide yang bagus. Waktu berkebun ini bisa kamu dan keluarga lakukan saat ngabuburit pada sore hari. Tanamlah pohon yang rindang, pohon buah, sayur mayur, atau juga bunga-bunga.

A. Langkah-langkah Berkebun di Rumah yang Menghasilkan

1. Pilih Lokasi yang Tepat

  • Dikutip National Gardening Association, cara berkebun di rumah yang pertama adalah menentukan lokasi yang tepat.
  • Disarankan untuk memilih lokasi penanaman yang mudah mendapatkan sinar matahari, ruang yang cukup, dan dekat dengan sumber air.
  • Pilih area yang cukup datar untuk mencegah erosi.

2. Tentukan Jenis Budidaya

Ketika kamu sudah menentukan lokasi yang tepat di rumah, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis budidaya.

Pikirkan apakah kamu ingin menanam sayuran, buah-buahan, atau tanaman hias?

Untuk membantuk memutuskan, ada baiknya tentukan berdasarkan iklim, ruang, selera, dan tingkat keahlian.

Bagi pemula ada baiknya mempertimbangkan jenis budidaya yang lebih mudah ditanam seperti wortel, kacang-kacangan, ketimun, paprika, dan selada.

3. Cari Bibit yang Baik

Pilih bibit atau benih yang baik jika kamu sudah menentukan jenis budidaya yang dipilih.

Syarat benih yang baik adalah yang memiliki daya kecambah minimal 80 persen.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan jika beli bibit dari orang lain adalah masa kedaluwarsa.

Perhatikan pula persentase tumbuh dan kemurnian benih guna menjamin keberhasilan tumbuh.

Di sisi lain, kamu bisa memanfaatkan biji dan benih hasil konsumsi sehari-hari.

Kumpulkan biji-biji tersebut dan cuci dengan air hingga bersih.

Selanjutnya, keringkan biji di bawah sinar matahari.

Biasanya, biji yang baik untuk ditanam adalah yang tidak mengembang di air.

4. Siapkan Tanah dan Media Tanam

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan tanah dan media tanam.

Kamu bisa berkebun metode hidroponik, tabulampot, atau polybag.

Untuk media tanam, campurkan tanah, kompos, dan pupuk alami dengan perbandingan yang pas sesuai karakteristik tanaman atau sayuran.

Jangan lupa, atur pH tanah yang tepat dengan kisaran pH normal tanah berada di kisaran 6—8 atau kondisi terbaik yakni 6,5—7,5.

5. Tentukan Jadwal Penanaman

Kondisi tumbuh dan siklus tiap jenis yang dibudidayakan bisa berbeda-beda tergantung pada tanaman dan musimnya.

Jadi, usahakan untuk tidak menabur semua benih pada waktu yang bersamaan.

6. Tanam Benih

Jika benih, media tanam, dan jadwal penanaman sudah siap maka kamu tinggal menanamnya dengan benar.

Tempatkan benih ke media tanam dengan memberikan jarak satu sama lain.

Jarak tanam terhitung penting untuk pertumbuhan ke depan.

Jika terlalu berhimpitan, maka akar akan saling berebut untuk mendapat nutrisi.

Untuk lebih maksimal, berikan jarak tanamn ideal 20 cm x 20 cm.

7. Siram

Setelah ditanam, siram media tanam agar akar tanaman mendapat nutrisi dari tanah yang basah.

Siram dengan lembut untuk menjaga tanah tetap lembap sepanjang musim tanam.

Penting untuk ke depan, waktu terbaik menyiram adalah pagi saat matahari belum terbit.

Sementara untuk sore hari setelah pukul 3 sore ketika tanaman sedang dalam suhu yang tidak terlalu tinggi.

8. Bersihkan Gulma

Saat perawatan, usahakan untuk memperhatikan kondisi media tanam salah satunya risiko munculnya gulma.

Nah, mulsa adalah cara paling efektif untuk mencegah gulma tersebut.

Tambahkan lapisan mulsa organik agar gulma tidak muncul pada tanaman.

Jika gulma muncul, ambil langsung dengan akarnya supaya mencegah pertumbuhannya kembali

Adanya gulma bisa mengalihkan nutrisi tanah yang harusnya didapatkan tanaman yang dibudidaya.

9. Perhatikan Ruang saat Tumbuh

Periksa jarak tanam mengingat seiring waktu kondisi tanaman akan besar dan tinggi.

Namun, hal ini dapat dicegah jika dari awal kamu sudah memperhitungkan jarak tanam yang ideal sesuai kebutuhan.

10. Beri Pupuk Sesuai Kebutuhan

Untuk memaksimalkan pertumbuhan, kamu wajib memberinya pupuk sesuai kebutuhan.

Berikan pupuk NPK atau organik cair agar tetap kaya nutrisi.

Kamu juga dapat memberikan pupuk alami hasil konsumsi rumah tangga seperti cangkang telur, kulit pisang, garam, hingga lainnya.

11. Mulai Panen

Masa panen tergantung dari karakteristik yang dibudidayakan.

Beberapa sayuran bahkan cepat panen dengan hitungan bulan.

Misalnya bayam, kangkung, selada, sawi, lobak, buncis, hingga mentimun.

Untuk memanennya, hal ini tergantung dari media tanam dan karakteristik tanaman.

Namun, kamu bisa menggunakan tangan dengan cara dipetik langsung dari akarnya.

Memanen sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari untuk mengurangi susut bobot akibat transpirasi yang diakibatkan panas sinar matahari.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *