HAMA-TANAMAN-HORTIKULTURA

hortikultura adalah pembudidayaan berbagai jenis bunga, buah-buahan dan sayuran serta tanaman hias. Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rl (Bappenas), komoditas hortikultura terdiri dari buah-buahan, sayuran, tanaman hias, dan tanaman obat yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai usaha agribisnis.

Kendala utama yang menghambat perkembangan industri hortikulttura adalah hama yang bukan hanya merusak sehingga menurunkan produksi tetapi juga menurunkan kualitas produk. Hama serangga, tungau, bakter jamur, virus, nematode, dan gulma dapat menyebabkan penurunan hasil sampai 40%.

Dalam budidaya tanaman sayuran yang menjadi kendala penting adalah adanya serangan organisme pengganggu tanaman yaitu serangan hama dan penyakit.  Hama yang menyerang tanaman sayuran dalam pembudidayaannya dapat berupa serangga atau hewan lain, akan tetapi yang mendominasi adalah hama dari golongan serangga.

Beberapa jenis hama potensial yang sering ditemukan pada tanaman sayuran adalah hama perusak daun tanaman serta hama perusak buah.  Keberadaan hama dapat diketahui dengan memperhatikan gejala-gejala yang nampak pada tanaman.  Berikut ini beberapa hama-hama penting pada tanaman sayuran antara lain:

Kutu daun (Aphis gossypii Glover). Hama ini berwarna hijau muda sampai hitam dan kuning dengan ukuran 0,8 mm. Gejala serangan: pucuk daun menjadi keriput, keriting dan menggulung.  Pada serangan yang berat menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat, layu bahkan mati.  Pengendalian: mengatur waktu tanam, pergiliran tanaman, mengurangi pemupukan N, pengendalian dengan insektisida kimia yang berbahan aktif atau dengan insektisida nabati dilakukan apabila populasi hama sudah diatas ambang kendali.  Hama ini menyerang tanaman sayuran mentimun, terong, tomat, cabai, kacang panjang, bayam, katuk, dan lain-lain.

Thrips (Thrips parvispinus Karny). Thrips merupakan hama yang berperan sebagai vektor penyebaran virus mozaik (penyakit keriting). Hama thrips menyerang bagian bunga dan daun tanaman, berukuran sangat kecil sekitar 1 mm, berwarna kuning sampai coklat kehitam-hitaman.  Gejala serangan: bunga yang terserang akan mengering dan rontok sedangkan jika daun yang terserang maka daun akan mengeriting, menguning dan menggulung keatas akibatnya pertumbuhan tanaman jadi kerdil dan pada bagian bawah daun berwarna keperak-perakan.   Pengendalian dapat dilakukan dengan beberapa cara: pengendalian secara fisik (dengan mulsa atau penggunaan perangkap rekat), pengendalian secara hayati dan pengendalian secara kimia. Hama ini menyerang tanaman cabai, bawang merah, bawang daun, tomat, bayam, kentang, terung dan kacang-kacangan.  

Lalat buah (Bactrocera sp.). Lalat ini menyerang tanaman pada bagian buah yang masih muda dengan cara menyunting dinding buah dan meletakkan telur dan saat menjadi larva akan memakan isi buah sehingga buah menjadi rusak. Tanaman sayuran yang biasa diserang lalat buah adalah tanaman: tomat, cabai, mentimun, pare, gambas, dan hampir semua tanaman buah.  Gejala serangan: buah tanaman yang terserang terdapat bekas tusukan berwarna hitam, kulit menguning, dan kalau buahnya dibelah akan terlihat bijinya yang berwarna coklat kehitaman, daging buah busuk dan buah gugur sebelum waktunya sehingga mengurangi kuantitas dan kualitas hasil produksi.  Pengendalian dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti dengan secara kultur teknik (membungkus buah dengan kertas/plastik atau memasang perangkap), secara biologi (dengan semut, predator lalat buah), dan secara mekanis (membuang/membakar buah-buah yang busuk).

Ulat grayak (Spodoptera sp.). Ulat grayak menyerang tanaman pada bagian daun dan buah. Ciri khas ulat ini mempunyai bintik segitiga berwarna hitam dan bergaris-garis kekuningan pada sisinya. Hama ini aktif pada malam hari.  Tanaman sayuran yang biasa diserang adalah tanaman cabai, kubis, tomat, buncis, bawang merah, terung, kentang, kangkung, bayam, dan lain-lain.   Gejala serangan: ditandai pada daun dan buah yang berlubang karena dimakan oleh hama ini, selain itu tanaman yang diserang daunnya akan habisbahkan hanya tinggal tulang daun saja. Serangan berat menyebabkan tanaman gundul karena daun dan buahnya habis.  Pengendalian: dapat dilakukan secara fisik (mencabut tanaman yang sakit), penggunaan agen hayati, dan penggunaan insektisida nabati.

Ulat buah (Helicoverpa spp). Ulat buah menyerang buah dengan cara menggigit buah dan melubanginya, sehingga bentuk buah menjadi tidak normal dan mudah terserang penyakit busuk buah. Tanaman sayuran yang biasa diserang adalah tanaman cabai, tomat, brokoli, sawi.  Gejala serangan: pada buah ditandai dengan adanya lubang pada buah dan buah akan menjadi rusak, lama-lama rontok dan menjadi busuk basah setelah penyakit ikut masuk dalam buah.  Pengendalian: dapat dilakukan dengan cara membersihkan gulma, membuang dan membunuh ulat secara manual dan secara kimiawi dilakukan dengan cara penyemprotan dengan bahan kimia pestisida sesuai dengan anjuran setempat.

Demikian bahasan tentang beberapa hama penting yang sering ditemui pada tanaman sayuran semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita.

UNTUK MELIHAT KONTEN MENARIK TENTANG AGRIBISNIS (KLIK SINI)

BACA JUGA DISINI : ASAL BUAH KIWI DAN MANFAATNYA (KLIK SINI)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.